Ancaman Toxoplasma

Baca juga Parasit Toxoplasma

Kehamilan merupakan gerbang awal sebuah kehidupan. Berbagai macam penghalang selama kehamilan sangat banyak, bahkan sejak masih berupa sperma dan ovum pun penghalang pertemuan keduanya sudah terjadi. Beragam penyakit yang ada di sekitar kehamilan, baik yang menyerang sang ibu maupun janin, wajib diwaspadai misalnya Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, herpes simplex, sipilis, infeksi Streptococcus grup B, listeriosis dan lain-lain. Diantara penyakit tersebut, dunia kedokteran mengakui bahwa toxoplasma yang paling ganas.

Penelitian menunjukan sekitar 40% wanita hamil pengidap Toxoplasma pada awal kehamilan sehingga janin ikut terinfeksi dan 15% mengalami abortus atau kelahiran dini. Sebanyak 17% janin terinfeksi pada tiga bulan pertama, 24% pada tiga bulan kedua dan 62% pada tiga bulan ketiga. Meskipun 90% bayi yang terinfeksi tersebut dapat lahir dengan normal, namun 80-90% bayi menderita gangguan penglihatan hingga buta pada beberapa bulan atau beberapa tahun setelah lahir dan 10% diantaranya mengalami gangguan pendengaran.

Toxoplasma memang penyebab berbagai kondisi abnormal pada bayi antara lain kelainan syaraf, mata serta kelainan sistemik seperti pucat, kuning, demam, pembesaran hati dan limpa atau pendarahan. Gangguan fungsi syaraf dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan psikomotorik dalam bentuk gangguan kecerdasan, keterlambatan perkembangan bicara serta kejang dan kekakuan yang memperlambat perkembangan motorik. Infeksi pada bayi berpotensi menyebabkan cacat bawaan, terutama bila terjadi pada usia kehamilan awal sampai tiga bulan. Toxoplasma juga dapat menyebabkan encephalus (tidak memiliki tulang tengkorak), hydrocephalus (pembesaran kepala) dan bahkan kematian. Indikasi infeksi pada bayi dapat diketahui melalui pemeriksaan ultrasonografi yang akan memperlihatkan adanya cairan berlebihan pada perut, pengapuran pada otak serta pelebaran saluran cairan otak.

Infeksi Toxoplasma baru dapat dideteksi setelah pemeriksaan darah di laboratorium melalui uji serologis (serum darah). Deteksi dilakukan dengan mengecek antibodi khas antitoksoplasma. Seseorang dinyatakan infeksi toxoplasmosis jika darahnya terdeteksi IgM dan IgA antitoksoplasma positif. Bila indikasi infeksi positif, orang tersebut harus segera diberi penanganan sedini mungkin. Terapi harus dilakukan terus sampai persalinan, bahkan setelah persalinan harus dilakukan pemeriksaan pada bayi. Uji Torch sangat disarankan bagi para ibu sebelum memutuskan hamil sebab kuman penyakit ini tidak dapat dibunuh melainkan hanya diturunkan keaktifannya dan daya tahan ibu dinaikan. Tindakan pengobatan hanya dapat membasmi telur parasit sedangkan kista dapat menetap seterusnya dalam tubuh.

Tidak Hanya Ibu Hamil

Parasit Toxoplasma tidak hanya menyerang wanita hamil namun juga berbahaya bagi siapa saja. Sebagian besar orang yang terinfeksi membentuk kekebalan tubuh sehingga parasit tidak berkembang dan terbungkus dalam kista yang terbentuk dari kerak pengapuran. Gejala Toxoplasma pada orang dewasa meliputi rasa lelah, nyeri kepala, sakit tenggorokan, demam, pembesaran kelenjar getah bening termasuk hati dan limpa, maupun gangguan pada kulit. Penderita dengan imun yang rendah seperti penderita kanker, AIDS atau transplantasi organ akan cepat terlihat adanya gangguan sistem syaraf, pembesaran kelenjar limpa, gangguan mata, pendengaran, pernafasan serta jantung. Itu semua bukan gejala yang khas sehingga banyak para dokter mengabaikannya.

Sumber : Talkshow “Kesehatan Reproduksi Wanita dan Toxoplasmosis” Divisi Keputrian An-Nahl, FKH IPB 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s