Kemasan Transportasi

Kemasan transportasi berperan dalam melindungi dan mewadahi produk saat penanganan dan transportasi hingga ke konsumen.

Tujuan kemasan transportasi

1. Mengurangi resiko kerusakan produk selama transportasi.

Kerusakan produk saat transportasi meliputi kerusakan fisik, kimiawi dan mikrobiologi. Kerusakan fisik  berupa goresan, luka dan memar akibat tekanan, getaran, gesekan maupun benturan selama proses transportasi. Kerusakan kimiawi dapat terjadi akibat adanya proses oksidasi dan reaksi-reaksi yang tidak diharapkan. Kerusakan mikrobiologi disebabkan oleh pembusukan bakteri, pertumbuhan jamur, kapang dan sebagainya.

2. Menjaga mutu produk

3. Memudahkan distribusi dan transportasi

4. Meringankan biaya operasional

Ketentuan kemasan transportasi

  • Cocok dengan produk baik dari ukuran maupun bentuk
  • Dapat menjaga produk selama transportasi
  • Aman menghadapi hal-hal berikut : penanganan kasar, tekanan akibat penumpukan, benturan, getaran dan kelembapan
  • Material yang dapat digunakan meliputi fiber board, kayu, plastik, kertas dan foam

Kemasan yang tidak baik dapat menimbulkan kerusakan produk, pembusukan, harga produk jatuh, dan penolakan konsumen yang dapat menyebabkan kerugian produsen.

Contoh kemasan transportasi yang umum digunakan

1. RSC ( Regular Slotted Container)

Bentuk sederhana, populer, ekonomis, efisien, namun kurang kuat.

Contoh : Kardus mie instan, kardus air mineral dan sebagainya

2. HTC (Half Telescopic Container)

Bentuk ini mudah dibuka, efisien dan mudah diangkut.

Contoh : Kemasan produk donat

3. FTC ( Full Telescopic Container)

Kuat namun kurang ekonomis.

Contoh : Kardus kertas A4

Standarisasi kemasan

1. Mengurangi jenis kemasan yang berbeda-beda bentuk maupun ukuran

2. Meningkatkan daya guna

3. Memiliki satuan muatan

Satuan muatan berperan dalam pengiriman dan penerimaan produk skala besar. Keuntungan adanya satuan muatan yakni mengurangi tindakan penanganan sehingga resiko kerusakan lebih rendah, bongkar-muat lebih cepat, distribusi lebih efisien dan kualitas produk lebih terjaga.

4. Mengurangi biaya pemasaran dan transportasi

5. Memiliki standar kemasan yang diakui

Label dan Merk

Kemasan umumnya memiliki label dan merk yang berperan sebagai identitas, alat promosi, meringankan proses sortasi, memudahkan identifikasi kualitas oleh konsumen sekaligus menambah penampilan kemasan menjadi lebih menarik. Label dan merk meliputi : nama umum, nama dagang, berat, jumlah produk, ukuran, instruksi penyajian dan penyimpanan.

Alat angkut atau distribusi kemasan

1. Peti kemas

2. Pallet

3. Forklift

4. Crane dan hoist

Referensi

Materi Kuliah Teknologi Pengemasan, Distribusi dan Transportasi (TPDT) Departemen Teknologi Industri Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s