Tips Mengolah Seafood

Seafood merupakan makanan yang berasal dari laut, seperti ikan, udang, kerang, kepiting, cumi-cumi dan sebagainya. Selain rasa yang memanjakan lidah, seafood juga mengandung kadar protein tinggi dan sumber lemak tak jenuh omega-3 yang dapat mencerdaskan otak. Konsumsi seafood 2 kali seminggu bermanfaat mengurangi resiko kematian akibat penyakit jantung hingga 30%, melancarkan pembuluh darah, mencegah dan melawan kanker, serta menjaga kesehatan kulit. Manfaat tersebut dapat diperoleh pada seafood yang masih dalam kondisi segar saat pengolahan. Ciri-ciri ikan segar menurut Nurjanah et al. (2004) ialah sebagai berikut: mata cerah, bola mata menonjol, kornea jernih, insang berwarna merah cemerlang tanpa lendir, sayatan daging tampak cemerlang, tidak ada pemerahan di sepanjang tulang belakang, bau isi perut segar, otot elastis bila ditekan dengan jari, dan sulit menyobek daging dari tulang belakang.

Seafood (scallywagsresort.com)

Umumnya seafood dapat diperoleh di restoran atau tempat makan dengan harga yang relatif mahal. Berikut adalah tips-tips membeli dan mengonsumsi seafood agar bisa disajikan sendiri di rumah. Seafood yang segar dan sehat dapat diperoleh pada tempat-tempat yang dapat dipercaya, yaitu tempat yang sudah lama menjual seafood dan memiliki banyak pelanggan. Tempat-tempat tersebut biasanya memiliki jaminan peputaran stok yang tinggi sehingga kemungkinan produk seafood tidak disimpan terlalu lama dan kesegaran ikan masih cukup tinggi. Tempat yang menjual seafood seharusnya menerapkan teknik-teknik penanganan ikan yang baik untuk mempertahankan kesegaran ikan, misalnya produk seafood dibedakan berdasarkan jenis, ukuran, dan tingkat kesegarannya. Produk-produk tersebut juga harus selalu dalam kondisi dingin, yakni dengan penambahan es atau diletakan dalam mesin pendingin (freezer). Ikan juga sebaiknya tidak ditumpuk terlalu tinggi untuk menghindari terjadinya rusak fisik. Teknik penanganan tersebut juga dapat diterapkan di rumah apabila produk seafood tidak langsung diolah dan harus disimpan.

Kondisi produk seafood yang akan dibeli sebaiknya dalam kesegaran tinggi dan kondisi utuh, misalnya sisik tidak terlepas, baik daging, ekor dan sirip tidak terdapat luka atau koyakan. Ikan sebaiknya memenuhi kriteria produk segar seperti yang telah dibahas sebelumnya. Ikan dalam bentuk fillet dapat dipilih yang memiliki bentuk rapi, tidak koyak atau robek, serta tekstur daging masih kenyal. Fillet ikan kini banyak yang diberi pewarna agar tampak menarik sehingga sebaiknya fillet yang dipilih masih memiliki warna serupa dengan jenis daging ikan utuh yang dijadikan bahan baku. Jika udang, lobster, dan kepiting maka sebaiknya pilihlah yang bobotnya sesuai dengan ukuran mereka dan kondisi capit maupun kakinya tidak ada yang hilang. Kerang atau tiram yang baik memiliki kulit keras ketika diketuk dan cangkangnya tidak patah, rusak maupun retak. Tidak ada salahnya mencium aroma produk seafood yang sudah dalam keadaan mati, apabila aromanya amis dan cenderung menyerupai ikan hidup maka bisa dipastikan produk dalam keadaan segar. Sebaliknya, jika tidak tercium bau amis maka dapat dicurigai adanya kandungan formalin pada produk tersebut.

Pengolahan ikan dengan cara direbus ala Jepang (www.superstock.com)

Setelah memperoleh produk seafood segar dan bernutrisi, selanjutnya dapat dilakukan proses pemasakan untuk membasmi mikroorganisme yang masih menempel pada seafood. Suhu masak aman untuk seafood yakni 63oC selama minimal 15 detik. Seafood yang sudah mencapai suhu masak dapat dilihat berdasarkan penampakan dan warna. Kulit udang dan lobster akan berwarna merah, sementara dagingnya berwarna putih. Daging cumi-cumi dan ikan juga tampak putih dan mudah dipisahkan dengan garpu, sedangkan cangkang kerang akan terbuka setelah dimasak. Pengolahan seafood yang sehat, seperti yang dikutip dalam Tempo edisi 22 September 2011, sebaiknya dilakukan ala Jepang, yakni dengan dikukus atau dipanggang. Jika akan digoreng sebaiknya menggunakan minyak non kolesterol, sedangkan pengolahan dengan cara ditumis sebaiknya mengurangi penggunaan minyak tetapi memperbanyak air. Olahan seafood dengan garam dan penyedap rasa yang berlebih dapat memicu timbunan lemak dalam tubuh. Jangan takut mengonsumsi seafood selama diolah dengan benar sejak proses pembelian hingga konsumsi agar manfaat seafood dapat diperoleh secara optimal. Ayo makan seafood!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s