Khasiat Cengkeh

Cengkeh merupakan rempah-rempah purbakala asli Indonesia yang berasal dari Kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore). Bangsa Mesir dan Somalia tercatat telah memanfaatkan rempah-rempah sejak 1500 SM. Sejak tahun 22 sebelum Masehi, cengkeh digunakan sebagai rempah-rempah, diantaranya dimasukan dalam peti mayat pada upacara keagamaan di Tiongkok. Pada abad ke-4, kaisar Dinasti Han dari Tiongkok juga memerintahkan setiap orang yang akan mendekatinya untuk mengunyah cengkeh agar nafasnya harum. Cengkeh jadi bahan tukar menukar oleh bangsa Arab di abad pertengahan. Hal tersebut membuktikan bahwa perdagangan antara Timur Tengah dan China, Asia Tenggara dan India telah dimulai sejak jaman purbakala. Pada akhir abad ke-15, Portugis mengambil alih jalan tukar menukar di Laut India dan perdagangan cengkeh diambil alih Spanyol dengan perjanjian Tordesillas. Orang Portugis membawa cengkeh ke Eropa dari Kepulauan Maluku. Perdagangan cengkeh akhirnya didominasi Belanda pada abad 17 dan pada saat itu harga cengkeh sama dengan harga emas karena tingginya biaya impor.

Indonesia merupakan produsen dan konsumen cengkeh terbesar di dunia. Pemanfaatan cengkeh umumnya sebagai bahan pembuatan rokok, obat-obatan dan makanan atau minuman. Menurut Kompas.com pada 2 Februari 2012 menyebutkan produksi cengkeh pada tahun 2010 mencapai 70.000 ton per tahun dan mayoritas diserap untuk industri rokok hingga 93 persen. Hasil produksi cengkeh juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan kosmetik dan obat-obatan.

Bagian utama cengkeh yang bernilai komersial adalah bunganya. Namun, adanya penemuan-penemuan baru dari bagian lain tanaman cengkeh, yaitu daun dan tangkai, telah dimanfaatkan pula dalam industri farmasi, kosmetik dan lain-lain. Cengkeh mengandung minyak atsiri dalam jumlah yang cukup besar, yaitu pada bunga (10-20%), tangkai (5-10%) dan daun (1-4%). Selain itu, cengkeh juga mengandung komponen eugenol dalam jumlah besar (70-80%) yang bersifat stimulant, anestetik lokal, karminatif, antiemetik, antiseptik dan antispasmodik (Nurdjannah 2004).

Cengkeh telah banyak memiliki khasiat sebagai obat herbal. Rosengarten (1969) melaporkan penggunaan cengkeh digunakan dalam pengobatan ayurvedic di India untuk memperbaiki pencernaan. Ekstrak cengkeh juga telah digunakan sebagai obat anti karang gigi di Eropa sejak abad 14. Sebelum lemari es dan freezer ditemukan oleh A.H. Gross pada tahun 1913, pengawetan daging potong pada musim dingin di Amerika menggunakan serbuk bunga cengkeh kering yang dilumuri pada daging. Cairan bunga cengkeh yang masih hijau juga dapat dipakai untuk obat jantung disamping sebagai pewangi. Cengkeh juga dipercaya dapat memperkuat kerja perut, hati dan jantung sehingga baik untuk meningkatkan fungsi pencernaan dan jantung. Pengobatan tradisional di Indonesia menggunakan cengkeh sebagai obat sakit perut dengan cara mengunyah bunga cengkeh dan obat sakit mata dengan meneteskan air perendaman bunga cengkeh. Khasiat lain dari cengkeh diantaranya sebagai obat luka, pembangkit nafsu makan, penyembuhan kolik dan ramuan untuk wanita yang baru melahirkan.

Minyak cengkeh merupakan hasil samping dari pengolahan cengkeh. Bunga cengkeh mengandung minyak sekitar 10-20%, tangkai cengkeh 5-10% dan daun cengkeh 1-4%. Ayoola (2008) menyatakan bahwa senyawa yang terkandung dalam minyak cengkeh antara lain eugenol sebagai senyawa terbanyak, caryophyllene, eugenol asetat dan alpha-humelene. Menurut Lawless (1995), minyak cengkeh digolongkan dalam tiga jenis, yaitu minyak kuncup cengkeh, minyak daun cengkeh dan minyak batang cengkeh. Kandungan eugenol pada masing-masing jenis minyak cengkeh berbeda-beda yaitu pada minyak kuncup cengkeh (60-90%), minyak daun cengkeh (82-88%) dan minyak batang cengkeh (90-95%).

Pemanfaatan minyak cengkeh diantaranya sebagai antibakteri, antijamur, antioksidan, pemberantas serangga dan secara tradisional sebagai agen flavor dan pengawet makanan. Penelitian Frosch et al. (2002) menunjukan aktivitas antibakteri minyak cengkeh dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen, diantaranya Candida albicans, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, dan Staphylococcus aureus. Penggunaan minyak cengkeh di Indonesia menurut Nurdjannah (2004) yaitu sebagai bahan pembentuk balsam untuk mengurangi sakit karena reumatik dan bahan pembuat obat kumur atau bahan campuran untuk menambal gigi. Penelitian juga menunjukan senyawa eugenol sebagai hasil isolasi minyak cengkeh dapat menghambat tumbuhnya bakteri Streptococcus mutans dan Streptococcus viridians penyebab plak pada gigi.

Kini, pemanfaatan cengkeh mencakup pembuatan parfum, sabun, garam mandi dan agen penyedap masakan serta pengobatan dalam bidang kedokteran dan kedokteran gigi. Menurut situs go4healthylife.com edisi 7 mei 2012 penggunaan cengkeh sebagai obat rumah dapat dilakukan dengan cara berikut:

1. Pereda stres

Jika anda merasa stress, didihkan air dengan daun kemangi, daun mint dan cengkeh. Gunakan campuran ini bersama teh hitam, kalau perlu beri sedikit madu. Ini akan membantu dalam meredakan ketegangan akibat stres. Khasiat lain pada cengkeh yang diseduh dengan air panas dengan penambahan bahan-bahan tertentu juga dapat mengurangi sakit kepala, masuk angin, radang lambung dan mengatasi kembung.

2. Sakit gigi

Cengkeh dapat digunakan untuk mengurangi sakit gigi dan infeksi. Minyak cengkeh dioleskan pada rongga gigi yang sakit sehingga dapat mengurangi nyeri pada gigi. Pereda rasa sakit pada gigi berlubang dapat dilakukan dengan menyumbat gigi berlubang menggunakan kapas yang sudah diberi minyak cengkeh.

3. Gangguan pencernaan

Bubuk cengkeh goreng dicampur dengan madu dapat secara efektif mengendalikan muntah. Kandungan zat anestesi pada cengkeh dapat membantu dalam menangani nyeri perut dan muntah.

4. Batuk

Cengkeh dikunyah dengan kristal garam dapur dapat memudahkan mengeluarkan dahak dan mengurangi iritasi pada tenggorokan. Cengkeh yang dikunyah setelah dibakar juga efektif mengurangi batuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s