Kitin

Oleh : Dr. Pipih Suptijah, MBA

Dosen mk. Pengembangan Kitin dan Kitosan, Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK – IPB

Kitin merupakan polisakarida terbesar kedua setelah sakarida. Kitin mempunyai rumus molekul (C8H13O5)n yang tersusun atas 47% C, 6% H, 7% N, dan 40% O. Lebih dari sepuluh gigaton (1013 kg) kitin tersedia di alam. Kitin terdapat pada binatang invertebrata laut, serangga, fungi dan jamur. Kitin terdiri dari unit-unit N-asetilglukosamin dengan ikatan beta 1,4. Modifikasi kitin memerlukan pemecahan dengan enzim kitinase. Banyak bakteri yang menghasilkan kitinase dan salah satu diantaranya Serratia marcescens.

Kitin yang diperoleh dari berbagai sumber diketahui memiliki struktur yang sama, kecuali asosiasinya dengan protein dan kalsium karbonat yang beragam. Kandungan protein dan kalsium karbonat pada kitin tergantung pada proses pembuatannya. Kitin diperoleh setelah melewati dua tahap proses yaitu deproteinasi dan demineralisasi. Deproteinasi bertujuan menghilangkan sejumlah besar protein pada kitin, sedangkan demineralisasi bertujuan menghilangkan mineral-mineral seperti kalsium karbonat. Penghilangan protein dan kalsium karbonat dari karapas udang dengan perlakuan asam dan basa akan memberikan materi yang kaku dan berpori yang relatif tahan terhadap perlakuan kimia dan infeksi oleh mikroba.

Senyawa kitin berbentuk kristal yang berwarna merah muda, tidak larut dalam air, asam-asam organik dan anorganik serta dalam alkali, tidak bersifat toksik, warna dapat dijadikan putih dengan oksidasi yaitu dengan perendaman dalam larutan peroksida encer selama 6-7 jam pada suhu kamar. Standar mutu kitin sesuai dengan spesifikasi yang dibuat oleh PROTAN (distributor kitin dan kitosan dari Jepang) dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Standar mutu kitin

Parameter Standar
Ukuran partikel Serpihan sampai serbuk
Kadar air < 10%
Kadar abu < 2%
Warna larutan Jernih
Derajat deasetilasi >= 15%

Sumber: PROTAN Laboratories dalam Chandrkrachang et al. (1991) dalam Jaenudin (2007)

Kitin secara komersial umumnya dikestraksi dari kulit udang, cangkang kepiting maupun cangkang rajungan yang diperoleh dari limbah industri pengolahan. Proses ekstraksi kitin dari kulit udang dan cangkang kepiting secara kimia merupakan proses yang relatif sederhana. Ada beberapa metode dasar ekstraksi kitin yang banyak dikembangkan dalam berbagai penelitian, seperti metode Hackman; Whistler dan BeMiller; Horowitz, Roseman dan Blumenthal; Foster dan Huckman; Takeda dan Katsuura; Broussignac, sedangkan metode dasar deasetilasi kitin menjadi kitosan antara lain metode Horowitz; Horton dan Lineback; Rigby; Wolform dan Shen-Han; Maher; Fujita; Peniston dan Johnson. Alternatif lainnya  untuk menggantikan proses ekstraksi kitin-kitosan cara asam-basa yaitu proses fermentasi dengan menggunakan mikroorganisme bakteri proteolitik dan bakteri asam laktat.

Kitin dan kitosan di negara maju telah diproduksi secara komersial mengingat manfaatnya di berbagai industri, seperti bidang farmasi, biokimia, bioteknologi, kosmetika, biomedika, industri kertas, industri pangan, industri tekstil dan lain-lain. Pemanfaatan tersebut didasarkan atas sifat-sifatnya yang dapat digunakan sebagai pengemulsi, koagulasi, pengkelat dan penebal emulsi. Dalam industri pangan, kitin dan kitosan bermanfaat sebagai pengawet dan penstabil warna produk. Kitin juga banyak digunakan di dunia farmasi dan kosmetik, misalnya sebagai penurun kadar kolesterol darah, mempercepat penyembuhan luka dan pelindung kulit dari kelembaban. Peranan kitin dan kitosan lainnya sebagai koagulan polielektrolit pengolahan limbah cair, pengikat dan penyerap ion logam, mikroorganisme, mikroalga, pewarna, residu pestisida, lemak tanin, PCB (poliklorinasi bifenil), mineral dan asam organik, media kromatografi afinitas, gel dan pertukaran ion, penyalut berbagai serat alami dan sintetik, pembentukan film dan membran mudah terurai  meningkatkan kualitas kertas, pulp dan produk tekstil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s