Arus dan Gelombang

Arus

Arus merupakan pergerakan yang disebabkan perpindahan masa air dari suatu tempat ke tempat lain. Gerakan arus perairan dibangkitkan terutama oleh angin yang berhembus dan topografi muka air laut. Arus laut yang disebabkan karena tiupan angin merupakan arus permukaan yang disebut drift. Hasil penelitian Widyastuti et al. (2010) menunjukan bahwa arus yang bergerak dari Benua Asia menuju Benua Australia disebabkan oleh pengaruh angin muson barat, sedangkan arus yang bergerak dari Benua Australia menuju Benua Asia dipengaruhi angin muson timur. Arus yang terjadi karena perbedaan topografi muka air laut, contohnya arus kompensasi atau arus balik atau arus sungsang yang terdapat di daerah ekuator. Faktor-faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya arus adalah perbedaan temperatur, salinitas, kepadatan air, gelombang pasang-surut dan bentuk pantai. Perbedaan temperatur menyebabkan perbedaan kepadatan air sekaligus perbedaan salinitas. Air yang lebih padat dan bersalinitas tinggi akan turun dan mengalir ke bagian bawah disebut arus bawah, sedangkan air yang kurang padat dan bersalinitas rendah akan bergerak di bagian bawah permukaan sebagai arus permukaan. Proses penaikan massa air karena salinitas rendah atau suhu yang tinggi akan membawa nutrien ke permukaan perairan sehingga tingkat kesuburan meningkat (Sugianto dan Agus 2007).

Arus laut dapat terjadi di daerah samudera (ocean current)dan pesisir (coastal current). Arus samudera dibagi menjadi arus permukaan laut dan arus di kedalaman samudera. Arus permukaan secara dominan dipengaruhi oleh tiupan angin di permukaan laut. Jenis arus ini bergerak secara konstan membentuk aliran yang berputar searah gerak jarum jam di belahan bumi utara dan berlawanan arah jarum jam di belahan bumi selatan. Arus di kedalaman samudera lebih dipengaruhi oleh densitas air laut. Perbedaan densitas disebabkan oleh perbedaan suhu dan salinitas sehingga menimbulkan gerak vertikal air laut. Gerakan massa air laut dalam tersebut disebut juga sirkulasi termohalin (thermohaline circulation). Arus pesisir dibagi menjadi arus pasang surut (tidal current), arus sepanjang pantai (longshore current) dan arus rip (rip current). Arus pasang surut terutama terjadi karena adanya gerakan pasang surut air laut yang dipengaruhi oleh gaya tarik gravitasi bumi, bulan dan matahari serta gaya sentrifugal. Arus sepanjang pantai dan arus rip terjadi di perairan pesisir dekat pantai. Keduanya terjadi akibat adanya gelombang yang mendekat dan memukul pantai dengan arah miring atau tegak lurus garis pantai. Arus sepanjang pantai bergerak menyusuri pantai, sedangkan arus rip bergerak menjauhi pantai (BROK-DKP 2009).

Gelombang

Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus permukaan air laut yang membentuk kurva atau grafik sinusoidal (Hadikusumah 2009). Pembangkit dominan gelombang laut adalah angin. Faktor lain penyebab gelombang adalah gaya tarik-menarik bumi-bulan-matahari, gempa ataupun gelombang yang disebabkan gerakan kapal. Gelombang yang disebabkan angin dapat menimbulkan energi untuk membentuk pantai, menimbulkan arus dan transport sedimen. Gelombang laut akibat pasang surut terjadi di sekitar teluk, estuari, dan muara sungai dimana elevasi muka air pasang dan surut dapat dijadikan acuan dalam pembangunan di sekitar pantai. Tsunami merupakan gelombang akibat letusan gunung atau gempa di dasar laut. Gelombang tsunami yang terjadi bervariasi antara 0,5-30 m dan kisaran periode beberapa menit hingga satu jam (Hasmar 2004).

Tinggi dan periode gelombang laut dipengaruhi oleh fetch yaitujarak tempuh gelombang dari awal pembangkitannya. Semakin panjang jarak fetch-nya maka ketinggian gelombang semakin besar. Angin juga berpengaruh terhadap tinggi gelombang. Semakin kuat tiupan angin maka gelombang yang dihasilkan semakin besar. Pergerakan gelombang pada perairan dangkal akan melambat di bagian bawah saat berbatasan dengan dasar perairan. Bagian atas gelombang yang tidak bergesekan dengan dasar perairan akan terus melaju sehingga puncak gelombang semakin tajam dan bagian lembahnya semakin datar yang disebut fenomena pecah gelombang (Hadikusumah 2009).

Karakter ombak laut di pesisir selatan Pulau Jawa, mulai dari Blambangan di Jawa Timur hingga Ujung kulon di Banten umumnya berenergi tinggi dan tergolong besar. Gelombang tersebut terjadi karena pantai berbatasan langsung dengan laut lepas dan dipicu oleh tiga faktor, yaitu angin, arus pasang surut dan massa batuan dasar samudera. Kombinasi gelombang pasang surut dan tiupan angin kencang di Cimaja, Palabuhanratu, dapat menciptakan gelombang setinggi 2-3 meter. Jenis gelombang lainnya yaitu gelombang tsunami yang terbentuk karena adanya pergeseran batuan di dasar perairan. Profil pantai selatan umumnya memiliki zona pecah gelombang dekat dengan pantai sehingga zona paparan menjadi sempit. Apabila terjadi interferensi gelombang, maka terbentuk gelombang yang besar dan hempasan ombaknya masih dapat menyapu pantai dengan energi yang cukup kuat (AP 2010).

Daftar Pustaka

[AP] Artikel Pintar. 2010. Laut selatan kenapa sering menelan korban. http://www.artikelpintar.com/2010/08/laut-selatan-kenapa-sering-menelan-korban.html (22 November 2011)

[BROK-DKP] Balai Riset dan Observasi Kelautan Departemen Kelautan dan Perikanan. 2009. Arus laut. http://www.operationaloceanography-brokdkp.com/index.php?news=14 (22 November 2011)

Hadikusumah. 2009. Karakteristik gelombang dan arus di Eretan, Indramayu. Makara Sains XIII (2): 163-172

Hasmar H. 2004. Antisipasi gelombang tsunami. http://www.geocities.com/klipingmedia (22 November 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s