Bakteri & Kapang Endofit pada Daun Mangrove (1)

Bakteri dan kapang merupakan jenis mikroorganisme yang banyak terdapat di alam. Mikroorganisme dapat diidentifikasi dengan diisolasi terlebih dahulu. Isolasi adalah proses pengambilan mikroorganisme yang terdapat di alam dengan menumbuhkannya dalam suatu medium. Prinsip isolasi mikroba ialah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya agar diperoleh suatu populasi yang hanya terdiri dari suatu mikroorganisme saja. Isolasi bertujuan mempermudah proses identifikasi. Teknik isolasi dapat dilakukan pada cawan agar, medium cair atau sel isolasi tunggal (Dwidjoseputro 1998).

Mangrove merupakan formasi hutan yang tumbuh dan berkembang pada daerah landai di muara sungai dan pesisir pantai yang dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan mangrove bersifat salin dan tanahnya jenuh air. Tumbuhan mangrove contohnya Avicennia, Rhizophora, dan Bruguiera. Golongan Avicennia memiliki daun bagian atas berwarna hijau muda dan bagian bawah abu-abu keperakan atau putih. Daun berbentuk elips dan panjang hingga 5-18 cm. Ordo Rhizophora memiliki berbagai spesies, salah satunya Rhizophora apiculata yang memiliki daun bagian atas berwarna hijau sampai kuning kehijauan, bagian bawah kuning kehijauan dan bagian tengah berwarna kemerahan. Panjang daun 10-20 cm, berbentuk elips dan pada daun tua sering ditemui bintik-bintik hitam. Bruguiera juga memiliki penampakan daun berbentuk elips dengan panjang 10-20 cm namun dengan bentuk mengumpul pada ujung tangkai batang. Warna daun bagian atas hijau hingga kuning kehijauan, sedangkan bagian bawah berwarna kuning (Onrizal 2005).

Jenis bakteri endofit yang dapat ditemukan pada daun mangrove yaitu Salmonella, Actinobacillus, Bacillus megaterium, Bacillus subtilis, Alcaligenes faecalis dan Hafnia alvei (Utami 2011). Salmonella termasuk dalam golongan bakteri Gram negatif, berbentuk batang, tidak berspora, memiliki diameter 0,7-1,5 µm, panjang 2-5 µm dan berflagel. Jenis bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada tubuh manusia dan berkerabat dengan genus Escherichia (Skrivanova et al. 2006). Actinobacillus sp. termasuk dalam family Pasteurellaceae. Jenis bakteri ini tergolong Gram negatif, immotil, tidak berspora, berbentuk oval hingga batang dan dapat menyebabkan penyakit sebagai parasit atau patogen pada mamalia, burung dan reptil. Bakteri ini bersifat anaerobic maupun fluktuatif aerob serta dapat dimanfaatkan sebagai pereduksi nitrat maupun pemanfaatan fermentasi (Lally et al. 1989).

Bacillus megaterium bersifat Gram positif, mampu memproduksi spora dan memiliki bentuk batang. Jenis bakteri ini sangat penting bagi bioteknologi karena enzim dan kemampuan kloningnya. Enzim yang dihasilkan membantu proses pembentukan penisilin sintetik dan modifikasi dehidrogenase asam amino. Kemampuan kloning membantu pemanfaatannya menjadi lebih efisien (Hayden 2000). Bacillus subtilis juga termasuk dalam golongan Bacillus. Jenis bakteri ini digolongkan dalam Gram positif dan mampu memproduksi spora serta mampu mengontaminasi makanan (EPA 1997).

Alcaligenes faecalis merupakan bakteri Gram negatif, bersifat aerobik, dan motil. Jenis bakteri ini dapat ditemukan pada air, tanah dan asosiasi lingkungan dengan manusia serta dapat tumbuh pada suhu 37º C (Austin et al. 1981). Bakteri Hafnia alvei termasuk dalam famili Enterobacteriaceae, bersifat anaerobik fakultatif, Gram negatif, dan berbentuk batang. Jenis bakteri ini dapat menyebabkan penyakit pada manusia yang dapat disembuhkan dengan antibiotik, namun seringkali juga resisten pada antibiotik tertentu misalnya aminopenisilin (Podshun et al. 2001).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s