Analisis secara mikroskopis (1): Mikroalga

Analisis secara mikroskopis dapat dilakukan pada kelompok mikroalga dan bakteri. Golongan mikroalga ialah sejenis fitoplankton atau ganggang yaitu berupa makhluk bersel tunggal yang habitatnya terdapat di perairan. Mikroalga diperkirakan sudah hidup sejak 3,6 juta tahun yang lalu. Kini, mikroalga banyak dimanfaatkan dalam bidang kesehatan sebagai obat-obatan dan suplemen. Kandungan terbesar mikroalga ada pada kadar asam amino yang tinggi. Mikroalga merupakan satu-satunya tumbuhan berstruktur asam amino lengkap seperti pada protein hewani dan kandungan protein yang lebih tinggi dari kacang kedelai, susu dan daging hewan. Mikroalga juga mengandung vitamin, mineral, beta karoten dan klorofil yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Fungsi mikroalga diantaranya sebagai peningkat antibodi, regenerasi sel, memicu fungsi otak, peningkatan fungsi jantung dan sebagainya ( Irawan 2007). Contoh mikroalga ialah Chlorella, Dunaliella, Spirulina, Scenedesmus dan Porphyridium cruentum.

Chlorella merupakan mikroalga kosmopolit yang sebagian besar hidup di lingkungan akuatik baik di perairan tawar, laut dan payau, serta di tanah dan tempat yang lembap. Sel Chlorella berbentuk bulat, hidup soliter, berukuran sekitar 2-8 µm. Sel Chlorella mampu berkembang menjadi 10.000 sel dalam waktu 24 jam. Jenis mikroalga ini memiliki potensi sebagai pakan alami, suplemen makanan dan penghasil komponen bioaktif bahan farmasi maupun kedokteran (Prihantini et al. 2005).

Dunaliella memiliki bentuk sel yang menyerupai Tetraselmis chuii, yaitu berbentuk oval elips, mempunyai empat buah flagellata pada ujung depannya dan panjang badan berukuran 7-12 µm. Selain Dunaliella, mikroalga jenis Spirulina platensis juga termasuk dalam golongan alga hijau biru. Jenis Spirulina ada yang hidup di air tawar (Spirulina fusiformis) dan air laut (Spirulina platensis). Sel Spirulina  berbentuk memanjang dan berfilamen. Jenis mikroalga ini mengandung fikosianin, klorofil dan karotenoid. Selain itu, Spirulina  juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan dapat dimakan secara langsung sebagai makanan tambahan atau suplemen dan makanan tradisional (Suantika & Hendrawandi 2009).

Scenedesmus  bersifat kosmopolit, berbentuk silindris dan umumnya membentuk koloni. Ukuran sel Scenedesmus  bervariasi dan struktur selnya sangat sederhana. Mikroalga ini dapat dimanfaatkan sebagai makanan tambahan dalam bentuk PST (Protein Sel Tunggal) dan pakan alami karena mengandung nilai gizi yang tinggi (Prihantini et al. 2007). Jenis mikroalga lainnya ialah Porphyridium cruentum yang merupakan mikroalga merah bersel satu yang termasuk dalam kelas Rhodophyceae. Sel Porphyridium cruentum berbentuk bulat dengan diameter sekitar 4-9 µm dan setiap sel memiliki kloroplas dengan pirenoid di tengahnya. Jenis mikroalga ini dapat menghasilkan metabolit-metabolit yang aktif seperti antibiotik (Kusmiyati & Agustini 2007).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s